DPK 1 MIKROKONTROLER

A. Fungsi Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah komponen kunci dalam banyak aplikasi elektronik dan memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

  1. Pengolahan Data: Mikrokontroler dapat menerima data dari sensor, memprosesnya, dan menghasilkan keluaran berdasarkan logika yang telah diprogram.

  2. Kontrol Perangkat: Mikrokontroler dapat mengontrol perangkat lain seperti motor, LED, dan relay, memungkinkan otomatisasi berbagai fungsi.

  3. Interaksi dengan Sensor: Mikrokontroler dapat membaca data dari berbagai sensor (seperti suhu, cahaya, gerak) untuk mengumpulkan informasi tentang lingkungan.

  4. Komunikasi: Mikrokontroler dapat berkomunikasi dengan perangkat lain melalui protokol seperti UART, I2C, atau SPI, memungkinkan integrasi dalam sistem yang lebih besar.

  5. Pemrograman Fleksibel: Dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu, pengguna dapat mengubah logika dan fungsi mikrokontroler sesuai dengan kebutuhan proyek.

  6. Penghematan Energi: Banyak mikrokontroler dirancang untuk beroperasi dalam mode hemat energi, membuatnya ideal untuk aplikasi portable dan IoT.


B. Arsitektur ATMega328p
   1.CISC (Complex Instruction Set Computer)
       Ciri khas tipe CISC adalah kompleksitas dan fitur yang lengkap dalam memberikan set instruksi pada proces Bahasa yang digunakan adalah tingkat rendah sepen assembler. Kekurangan dari CISC adalah performa yang kurang cepat karena penggunaan tingkat set instruksi yang lebih kompleks, tetapi lebih powerfull. Tipe OSC merupakan tipe multiclock yang menekankan penggunan dan pemberian set instruksi pada perangkat keras. Mekem ukuran kapasitas program yang digunakan kecil, CISC hany bekerja pada kecepatan akses data yang rendah.
   2.IRISC Reduce instruction Set Computer
        RISC merupakan jenis arsitektur processor yang mempunyai ragam set instruksi lebih sederhana dibandingkan dengan CISC. Tipe ini sudah mengadopsi dan mendukung penggunaan bahasa tingkat tinggi seperti bahasa pemrograman C. Dengan demikian, kompilasi program menghasilkan ukuran kapasitas file yang lebih besar dibandingkan tipe CISC, tetapi memiliki performa lebih baik. Di samping itu, RISC mengenal teknik pipeline dengan sebuah perintah tunggal yang dapat diberikan pada processor untuk mengerjakan beberapa proses sekaligus.


C. Arduino
      Arduino merupakan rangkaian elektronika yang berbasis A mikrokontroler Atmega328P keluaran ATMEL, yang berasal dari Italia. Jenis yang dipaparkan pada materi ini adalah Arduino Uno R3 yang bersifat open source hardware, yang orang lain dapat mengembangkan sesuai keperluan mereka. Nama lain Arduino adalah development board atau papan pengembangan mikrokontroler yang memudahkan pengguna dalam membangun rangkaian elektronika berbasis mikrokontroler dibandingkan membangun rangkaian mulai dari awal. Spesifikasi hardware dari Arduino Uno R3 antara lain sebagai berikut.

1.Berbasis chip mikrokontroler Atmega328P.
2.Beroperasi pada tegangan DC 5 V.
3.Input tegangan DC adalah 7 V-12 V.
4.Terdiri atas 14 digital I/O pin, yang 6 pin di antaranya merupakan sambungan PWM.
5.Memiliki 6 buah analog input pin.
6.Besar arus setiap pin I/O adalah 20 mA.
7. Besar arus DC pin pada tegangan 3,3 V adalah 50 mA.
8. Kapasitas memori flash adalah 32 KB yang 0 KB digunakan untuk bootloader program.
9.Kapasitas SRAM adalah 2 KB.
10.Ukuran EEPROM adalah 1 KB.
11.Mampu bekerja pada clock speed 16 MHz.
12.Dijual di pasaran dengan dimensi 68,6 mm × 53,4 mm dengan berat 25 g.


D. Pemrograman Mikrokontroler pada Arduino
      Untuk melakukan pemrograman mikrokontroler pada U Arduino, Anda harus memahami tentang konsep dan cara kerja penyusunan dan penulisan kode program Arduino. Bahasa pemrograman yang digunakan pada Arduino menggunakan bahasa pemrograman C. Struktur penulisan bahasa pemrograman C mempunyai bagian-bagian sebagai berikut.

1. Header
     Header merupakan definisi file header yang disertakan dalam program sebagai file library sebagai rujukan setiap fungsi dan syntax yang digunakan dalam badan kode program C. Contohnya sebagai berikut.

#include  <iostream.h>

2. Deklarasi

Deklarasi berfungsi untuk menetapkan daftar variabel maupun konstanta yang akan digunakan dalam badan program. Variabel adalah nama yang digunakan untuk menyimpan sebuah nilai yang dapat diatur besarannya selama program dieksekusi. Sementara itu, konstanta memiliki nilai yang tetap (konstan). Contohnya sebagai berikut.

float tinggi;
int alas;

3. Komentar

Komentar merupakan tambahan baris penjelasan dalam kode bahasa pemrograman C. Tujuannya memberikan keterangan tentang penggunaan kode, tetapi tidak dieksekusi oleh program. Komentar single line menggunakan kode //, sedangkan komentar lebih dari satu baris menggunakan kode /*....*/.
Contoh kode bahasa pemrograman C adalah sebagai berikut.

/*program hitung luas persegi panjang*/
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{
float luas;
int panjang, lebar;
printf ("nilai panjang =");
scanf("%d",&panjang);
printf ("nilai lebar =");
scanf("%d",&lebar);
luas panjang*lebar;
printf("luas persegi panjang adalah =
%f", luas);
}

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REMEDIAL PTS GENAP DPK 3

DPK 3 LKPD 24 Konsep K3LH di bidang TJKT